Menu Click to open Menus
Home » Program Solusi Armina » Arminareka Bukan MLM

Arminareka Bukan MLM

subaebasniDirektur Marketing Klarifikasi Tudingan Bahwa PT Arminareka Perdana Menjalankan Sistem MLM

Oleh: H. Subaebasni, SE
Direktur Marketing PT Arminareka Perdana

  1. Pada tahun 2008 kami mencoba berinovasi dalam memasarkan Umroh dan Haji Khusus yaitu dengan sistem referensi atau jaringan, yang tidak otomatis bisa dikonotasikan dengan sistem MLM pada umumnya. Dalam sistem referensi yang kami kembangkan tidak sepenuhnya memenuhi unsur MLM pada umumnya, yaitu:
    • Tidak ada istilah tutup poin (pendaftaran yang berulang) baru bisa mendapatkan jasa. Kalau MLM, wajib melakukan pembelanjaan ulang (tutup poin)
    • Pendaftaran tidak dibatasi atau tidak terikat waktu, kalau MLM produknya ada batasan waktu (Expired)
    • Tidak ada sistem karir berjenjang, pangkat atau posisi. Semua jama’ah sama baik jama’ah baru/jama’ah lama, sementara di MLM ada sistem karir, pangkat, posisi dan jenjang.
    • Siapa yang bekerja dengan sungguh-sungguh dia yang mendapatkan hasil yang lebih banyak. Kalau di MLM, mitra yang senior yang akan mendapatkan lebih besar dari pada mitra yang baru meskipun Mitra yang lama tidak bekerja dengan sungguh-sungguh.
    • Produk Umroh/Haji adalah produk umum yang semua travel Umroh/Haji bisa menjualnya. Sementara kalau produk MLM merupakan produk khusus yang tidak diperjualbelikan secara umum atau tidak ada di pasar bebas.
    • Produk Umroh dan Haji yang dipasarkan oleh PT Arminareka Perdana harganya relatif sesuai dengan harga pasar pada umumnya, sementara kalau MLM harganya jauh lebih mahal atau lebih tinggi dari produk yang ada di pasaran.
    • Sistem tidak mendorong kepada pemborosan, sementara di MLM sistem lebih cenderung kepada pemborosan karena adanya tutup poin.
    • Sebagai rasa tanggung jawab perusahaan setiap jama’ah yang terdaftar mendapatkan asuransi jiwa.
  2. Setiap Jama’ah yang akan mendaftar Umroh/Haji Khusus, sebelumnya sudah dijelaskan sejelas-jelasnya dan sebenarnya tentang:
    • Paket Umroh/Haji yang akan dipilih (sesuai dengan brosur)
    • Proses pendaftaran
    • Persyaratan dokumen yang diperlukan
    • Biaya/pembayaran paket yang dipilih
    • Proses perjalanan waktu keberangkatan, selama berada di Tanah Suci dan waktu kepulangan
  3. Sesuai dengan Visi dan Misinya yaitu mengajak masyarakat untuk Melaksanakan Umroh dan Haji, maka kegiatan awalnya adalah memberikan informasi / penjelasan tentang profil, legalitas perusahaan, kegiatan (Pengajian, Presentasi, Motivasi) serta program solusi yang dapat diperoleh setiap calon jama’ah.
  4. Setiap calon jama’ah yang sudah mendapatkan informasi / penjelasan sesuai poin 3 & 4 tersebut di atas, maka bagi jama’ah yang punya keinginan atau niat untuk melaksanakan Umroh dan Haji tentu akan mendapat penjelasan atau keterangan-keterangan yang lebih dalam atau detil lagi, kemudian mengisi formulir pendaftaran yang sudah disediakan.
  5. Setiap jama’ah yang mendaftar akan mendapatkan hak usaha yang sewaktu-waktu dapat dijalankan oleh jama’ah tersebut untuk mendapatkan penghasilan dari mereferensikan calon jama’ah baru.
  6. Setiap jama’ah yang direferensikan dengan membayar DP Umroh Rp 3,5 Juta, maka yang mereferensikan akan mendapatkan hasil referensi sebesar Rp 1,5 Juta/jama’ah.
  7. Pembayaran DP tersebut diperhitungkan sebagai DP pembayaran paket dan jama’ah hanya akan bisa berangkat Umroh apabila sudah melunasi harga paket yang dipilih dan melengkapi persyaratan dokumen yang sudah ditetapkan dan tidak harus mereferensikan calon jama’ah baru.
  8. Mereferensikan jama’ah itu hanya merupakan salah satu solusi yang dapat dipilih jama’ah untuk dapat melunasi paket Umrohnya.
  9. Pembayaran paket umroh dapat dilakukan dengan cara Cash dan Dicicil. Bagi jama’ah yang tidak bermasalah dengan keuangan bisa membayar secara cash, akan tetapi bagi jama’ah yang memiliki keterbatasan dana dapat melakukan pembayaran dengan mencicil atau menjalankan hak usaha yang dimiliki.
  10. Hak usaha atau sistem referensi yang kami kembangkan merupakan sistem solusi bagi setiap jama’ah yang mau menjalankannya.
  11. Konsep dan sistem referensi ini sebelumnya telah dipresentasikan dan dikaji oleh DSN-MUI Jakarta Pusat dan telah resmi mendapat Sertifikat Syariah dari DSN-MUI tersebut.
Categorised in: