Menu Click to open Menus
Home » Berita Terkini » OJK Rilis Perusahaan Investasi Bodong berkedok Ibadah Haji

OJK Rilis Perusahaan Investasi Bodong berkedok Ibadah Haji

OJK

Beberapa hari yang lalu, masyarakat indonesia sempat di hebohkan dengan Informasi dari OJK atau yang biasa disebut dengan Otoritas Jasa Keuangan. Lembaga pemerintah ini merilis ratusan perusahaan Investasi yang terindikasi melakukan praktik usaha yang berpotensi merugikan masyarakat. Tak pelak, langkah OJK ini ternyata membuat masyrarakat bergejolak. Ada yang merespon positif, ada pula yang negatif namun ada pula yang mempertanyakan langkah OJK ini karena dinilai tingkat ke akuratan nya masih di ragukan

Menurut Direktur Fungsional Program Strategis Literasi Keuangan OJK, Agus Sugiarto mengatakan OJK sesuai UU No.21 Tahun 2011 memiliki fungsi mengedukasi dan melindungi konsumen (Tribunnews.com).

Namun Gema Goeyardi pendiri PT Astronacci Internasional seperti dikutip dari inilah.com, menilai daftar investasi Bodong yang dirilis OJK pekan ini masih janggal. Contohnya ada 8 perusahaan berjangka (investasi-red) resmi versi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) ikut masuk dalam daftar tersebut.

“Kami melihat kejanggalan disini seperti ada peperangan besar antar 2 regulator besar di Indonesia, yaitu Keuangan dan Perdagangan” paparnya

Secara khusus OJK juga merilis daftar salah satu perusahaan yang mirip sebuah biro perjalanan Umroh Haji terbesar di Indonesia. Sampai berita ini diturunkan masih belum jelas apakah peruhaan yang diriis OJK betul-betul biro umroh haji ataukah hanya biro “fiktif ” yang menyerupai biro umroh haji resmi. Hal ini tampak unik, karena sepanjang penelurusan NMC crew,belum ditemukan perusahaan biro umroh haji RESMI yang “berprofesi ganda” (perusahaan Investasi sekaligus Umroh haji). Kalaupun dilapanan ditemukan biro yang “berprofesi ganda” maka harus di periksa apakah biro tersebut resmi atau abal-abal.

Hal penting lainnya bahwa Biro perjalanan Haji dan Umroh di bawah kewenangan dari Kementrian Agama dan diawasi ketat oleh lembaga pengawas seperti AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia) sementara OJK berada di kewenangan Kementerian Keuangan. Sehingga tampak nya OJK menangani yang bukan kewenangannya. Namun kita harus BERTERIMA KASIH kepada OJK yang telah mengingatkan masyarakat agar hati-hati. Karena jika semua masyarakat hati-hati, maka masyarakat tahu mana yang baik dan mana yang benar.

Masalah ini ternyata membuat Presiden dan Wakil Presiden angkat bicara mengenai rilis OJK tersebut. Presiden dan Wakil Presiden yang dimaksud adalah dari NES (Negeri Super-Armina) sebuah lembaga yang konsern dalam pengembangan dan pemberdayaan ummat.

Pengen tau penjelasan resmi dari Presiden dan Wakil Presiden NeS?
Klik disini

Ikuti terus berita kami persembahan dari NMC-News

Sumber: http://nesarmina.com/berita-216-ojk-rilis-perusahaan-investasi-bodong-berkedok-ibadah-haji–presiden-dan-wapres-angkat-bicara-.html

Categorised in: