Menu Click to open Menus
Home » Sekilas Haji » Sekilas Haji

Sekilas Haji

Sekilas Umroh

Melaksanakan ibadah haji adalah salah satu langkah penyucian jiwa serta pembiasaan jiwa untuk melakukan sejumlah nilai, seperti istislam, taslim, mengerahkan jerih payah dan harta di jalan Allah swt, ta’awun, ta’aruf dan melaksanakan syiar-syiar ‘ubudiyah’ kepada Allah swt.

Haji adalah rukun islam yang terakhir dan merupakan ibadah ruhani, jasad dan tubuh. Haji merupakan sebuah perjalanan yang melatih seseorang untuk bersabar meninggalkan tanah kelahirannya, menghadapi cobaan, menggunakan harta, meninggalkan keluarga untuk mengkhususkan diri menghadap Allah hijrah menuju ridhaNYA, melebur kesalahan-kesalahannya dan membuka lembaran-lembaran kebaikan serta keimanan yang baru.

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (diantaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia karena Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan kesana. Dan barang siapa yang ingkar (terhadap kewajiban haji), maka bahwasanya Allah Maha Kaya dari semesta alam (Ali ‘Imran [3]:97)

Melakukan ibadah haji dan umrah juga merupakan ujian bagi sifat bakhil kita. Banyak orang yang berdalih, mereka merasa belum terpanggil untuk melakukan ibadah umrah dan haji. Dalih seperti itu sebenarnya adalah dalih yang dicari diakibatkan oleh ketakutan akan berkurangnya uang yang mereka miliki.

Bersegeralah menunaikan ibadah haji apalagi jika semua persyaratan telah terpenuhi dan selagi usia masih muda serta sehat jasmani dan rohani. Adapun belum mampu yang sering dikemukakan oleh beberapa saudara kita adalah sebenarnya alasan klise.

Apakah kata mampu itu yang anda akan jadikan alasan terus? Sebenarnya yang terjadi adalah tidak adanya kesungguhan untuk berusaha menjadi “mampu” dan menjadikan kata-kata klise “belum ada panggilan dari Allah swt”, padahal jauh sebelum anda lahir Allah telah memanggil anda melalui Nabiyullah dalam penggalan Ayat “…Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji….” (QS.22:27-28).

Bukan sebuah kisah dongeng dan fiktif serta sesuatu yang jarang terjadi ketika kita mendengar atau membaca kisah “seorang pemulung mampu berangkat haji dengan bersungguh-sungguh menyisihkan penghasilannya setiap hari”, “Kisah seorang tukang bubur ayam naik haji dengan gratis” dan masih banyak lagi kisah sepertinya. Mereka bukanlah orang yang termasuk golongan mampu, namun mereka adalah golongan orang orang yang sanggup untuk berusaha.

Simaklah Hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh ad-Darimi, dikatakan bahwa Rasulullh pernah berkata :

“Barang siapa yang tidak mempunyai halangan lahiriah untuk menunaikan haji atau adanya larangan penguasa lalim, atau karena sakit yang tidak memperbolehkan melakukan perjalanan, lalu ia meninggal dunia, sedangkan ia tidak sempat menunaikan haji, maka ia mati dalam keadaan Yahudi atau Nasrani”

Hadist diatas merupakan peringatan keras bagi kaum Muslim yang meninggalkan ibadah haji dengan sengaja, walau shalat, puasa, zakat, sedekah atau infak rajin dilakukannya. Hal ini jelas memberikan pengertian bahwa ibadah haji merupakan ibadah fardhu.

Namun selain peringatan keras diatas, mari simak nikmat haji/fadhilah haji berikut:

”Orang-orang yang mengerjakan ibadah haji dan umrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memberi kepada mereka apa yang mereka minta, dan Dia mengabulkan setiap doa yang mereka panjatkan, kemudian Dia akan mengganti semua harta yang mereka belanjakan untuknya, satu dirham menjadi beribu-ribu Dirham.” (HR.Baihaqi)

Sebuah kebahagiaan tak terkira bagi seorang Muslim ketika dia sanggup menyempurnakan rukun Islamnya serta menaikkan derajat keimanannya dengan beribadah Ke Baitullah dimana dia sanggup merasakan kedekatan yang teramat dekat dengan sang Khaliknya.

Categorised in: